Seperti Apa Bahaya Kehamilan Ektopik?

Kehamilan di luah kandungan atau di sebut juga dengan kehamilan ektopik yaitu kehamilan yang terjadi ketika sel telur yang sudah berhasil dibuahi melekat di luar kandungan atau di luar Rahim. Umumnya sel telur ini melekat di bagian tuba falopi atau system saluran yang bisa menghubungan ovarium dan juga Rahim. Penting untuk moms ketahui, bahwa kehamilan yang terjadi di luar kandungan ini pastinya sangat membahayakan nyawa seorang wanita, terutama ketika kehamilan tersebut dibiarkan begitu saja.

Gejala kehamilan ektopik sendiri sama halnya dengan gejala kehamilan normal, namun semakin lama akan menunjukkan gejala lainnya seperti keluarnya pendarahan melalui vagina, serta munculnya rasa nyeri yang sangat hebat di bagian perut bawah.  Biasanya gejala-gejala ini akan dialami ketika kehamilan menginjak usia 6-10 minggu.

Faktor Yang Menyebabkan Kehamilan Ektopik

Ada beberapa hal yang mana bisa menyebabkan munculnya kehamilan di luar kandungan atau kehamilan ektopik, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Wanita dengan riwayat kehamilan ektopik sebelumnya
  • Wanita yang memiliki riwayat penyakit menular seksual di waktu sebelumnya.
  • Wanita yang memang memiliki riwayat penyakit radang panggul, dimana infeksi tersebut pastinya bisa merusak saluran telur.
  • Mereka yang menderita penyakit endometriosis atau dalam kata lain tumbuhnya sejumlah sel Rahim yang terjadi di luar Rahim
  • Wanita hamil yang mana masih menggunakan alat kontrasepsi seperti pil KB, spiral, IUD atau mereka yang sudah melakukan steril.
  • Wanita perokok.

Bagaimana Cara Mendiagnosa Kehamilan Ektopik?

Agar Anda bisa mengetahui kehamilan ektopik, maka Anda sangat dianjurkan untuk melakukan pengecekan ke dokter agar Anda mengetahui apakah kehamilan Anda normal atau abnormal. Terutama jika Anda mengalami pendarahan serta mengalami rasa nyeri di bagian perut bawah. Dokter akan melakukan pengecekan kadar hCG guna membuktikan apakah kehamilan Anda normal atau bahkan kehamilan tersebut merupakan kehamilan ektopik.

Bukan hanya melakukan pengecekan hCG, biasanya dokter juga akan memastikan dengan melakukan USG guna menilai dan mengetahui bagian organ dalam wanita secara keseluruhan, sehingga Anda akan lebih yakin dengan kehamilan Anda.

Moms, ternyata kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan juga bisa menjadi suatu hal yang sangat berbahaya bagi seorang ibu hamil ektopik. Karena kehamilan ektopik ini adalah salah satu penyebab kematian yang paling besar bagi ibu hamil, terutama ketika kehamilan berada di trimester pertama, yaitu kehamilan di bawah usia 3 bulan.

Pengobatan Kehamilan Ektopik

Untuk mengatasi kehamilan ektopik sebenarnya ada beberapa cara, ada yang bisa di lakukan dengan hanya menggunakan obat-obatan saja namun ada juga yang harus melangsungkan oprasi. Obat apa yang biasanya di gunakan? Obat yang di gunakan umumnya jenis obat yang bisa menghentikan pertumbuhan atau perkembangan embrio dalam tubuh, sehingga pada akhirnya embrio tersebut akan diserap kembali oleh tubuh si penderita. Namun pengobatan ini hanya bisa di berikan kepada mereka yang masih mengalami gejala ringan atau kehamilannya ektopik yang di alami belum begitu parah.

Lain halnya jika kehamilan ektopik sudah di rasa parah, maka dokter akan menganjukan si penderita melakukan oprasi untuk bisa mengeluarkan embrio tersebut. Karena jika di biarkan di pastikan akan membahayakan keselamatan Anda.

Bahaya Kehamilan Ektopik

Jika Anda mengalami kehamilan ektopik, maka kehamilan tersebut harus segera diatasi atau di akhir masa kehamilannya. Apalagi jika mengingat besarnya resiko hamil yang terjadi di luar kandungan yang memang harus Anda tanggung. Jika kehamilan dibiarkan dan telur tetap tumbuh di bagian yang tidak semestinya, maka dipastikan suatu saat tuba akan pecah sehingga bisa menyebabkan pendarahan yang sangat hebat, sehingga akan berujung pada kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *